{"id":903,"date":"2026-05-16T03:59:57","date_gmt":"2026-05-16T03:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/?p=903"},"modified":"2026-05-16T03:59:57","modified_gmt":"2026-05-16T03:59:57","slug":"resep-donat-kentang-sederhana-dan-lezat-untuk-camilan-buatan-sendiri-yang-sempurna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/resep-donat-kentang-sederhana-dan-lezat-untuk-camilan-buatan-sendiri-yang-sempurna\/","title":{"rendered":"Resep Donat Kentang Sederhana dan Lezat untuk Camilan Buatan Sendiri yang Sempurna"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Donat Kentang Sederhana dan Lezat untuk Camilan Buatan Sendiri yang Sempurna<\/h1>\n<p>Donat adalah makanan yang digemari semua orang, tapi pernahkah Anda mencoba donat kentang ala Indonesia, atau &#8220;Donat Kentang&#8221;? Varian lezat ini memasukkan kentang tumbuk ke dalam adonannya, menghasilkan rasa yang lembut, empuk, dan sedikit manis yang cocok untuk segala acara. Pada artikel kali ini kita akan membahas Resep Donat Kentang sederhana namun enak yang bisa Anda buat dengan mudah di rumah. Ayo selami!<\/p>\n<h2>Why Donut Kentang?<\/h2>\n<p>Sebelum kita mulai dengan resepnya, mari kita pahami dulu kenapa Donat Kentang begitu istimewa. Penambahan kentang tumbuk memberikan tekstur unik yang membedakan donat ini dengan donat tradisional. Kentang menjaga donat tetap lembab dan segar untuk waktu yang lebih lama dan menambahkan rasa manis halus yang membuatnya sangat lezat.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan yang Anda Butuhkan<\/h2>\n<p>Untuk membuat kurang lebih 10-12 donat, siapkan bahan-bahan berikut ini:<\/p>\n<h3>Untuk Adonan:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>200g kentang tumbuk<\/strong>: Pastikan halus tanpa gumpalan.<\/li>\n<li><strong>300g tepung serbaguna<\/strong>: Diayak agar adonan kalis.<\/li>\n<li><strong>75g gula<\/strong>: Sesuaikan dengan selera.<\/li>\n<li><strong>1 sendok teh garam<\/strong>: Menyeimbangkan rasa manisnya.<\/li>\n<li><strong>2 sendok teh ragi kering aktif<\/strong>: Untuk kelembutan.<\/li>\n<li><strong>2 kuning telur<\/strong>: Menambah kekayaan dan warna.<\/li>\n<li><strong>50g mentega<\/strong>: Melunakkan pada suhu kamar.<\/li>\n<li><strong>100ml susu hangat<\/strong>: Aktifkan ragi.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk Menggoreng:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Minyak sayur<\/strong>: Cukup untuk menggoreng.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Opsional untuk Topping:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Gula halus, glasir coklat, atau topping pilihan lainnya<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Petunjuk Langkah demi Langkah<\/h2>\n<h3>Langkah 1: Siapkan Adonan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Aktifkan Ragi<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Dalam mangkuk kecil, campurkan susu hangat dan ragi kering aktif. Aduk perlahan dan diamkan selama kurang lebih 5&ndash;10 menit hingga adonan berbusa.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Campur Bahannya<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Dalam mangkuk besar, campurkan kentang tumbuk, tepung, gula, dan garam. Tambahkan kuning telur dan campuran ragi berbusa. Aduk hingga bahan-bahannya menyatu dengan baik.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Uleni adonan<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Pindahkan adonan ke permukaan yang diberi sedikit tepung. Tambahkan mentega lunak dan uleni sekitar 10-15 menit hingga adonan kalis dan elastis. Anda juga bisa menggunakan mixer berdiri dengan pengait adonan untuk kenyamanan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Biarkan Adonan Naik<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Kebangkitan Pertama<\/strong>:\n<ul>\n<li>Masukkan adonan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi sedikit minyak, tutupi dengan handuk dapur bersih, dan diamkan di tempat hangat selama kurang lebih 1 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Bentuk Donat<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Pukulan dan Gulung<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Pukul-pukul adonan yang sudah mengembang untuk mengeluarkan udara berlebih. Gilas hingga setebal 1 cm di atas permukaan yang telah ditaburi tepung.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Potong Donatnya<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan pemotong donat atau dua pemotong bundar dengan ukuran berbeda untuk membentuk donat. Jangan lupa untuk menyimpan bagian tengahnya yang kecil&mdash;ini akan menjadi lubang donat yang sempurna!<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 4: Kenaikan Kedua<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Pemeriksaan Akhir<\/strong>:\n<ul>\n<li>Letakkan donat yang sudah dipotong di atas loyang yang dialasi kertas roti. Tutup dan biarkan mengembang lagi selama 30 menit hingga agak mengembang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 5: Goreng Donat<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Panaskan minyak<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Tuangkan minyak sayur ke dalam panci dengan bagian bawah yang tebal atau penggorengan. Panaskan hingga 170&deg;C (340&deg;F).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Goreng hingga Sempurna<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan donat dengan hati-hati ke dalam minyak panas, sedikit demi sedikit. Goreng selama sekitar 1-2 menit di setiap sisinya atau sampai berwarna cokelat keemasan. Gunakan sendok berlubang untuk memindahkannya ke rak kawat yang dilapisi tisu untuk mengalirkan minyak berlebih.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 6: Tambahkan Sentuhan<\/h3>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Donat Kentang Sederhana dan Lezat untuk Camilan Buatan Sendiri yang Sempurna Donat adalah makanan yang digemari semua orang, tapi pernahkah Anda mencoba donat kentang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[295],"class_list":["post-903","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-donut-kentang","wpcat-4-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=903"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":905,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/903\/revisions\/905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cafearmand.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}